Kenali 5 Macam Hama Perusak Padi dan Cara Pencegahannya

Kenali 5 Macam Hama Perusak Padi dan Cara Pencegahannya

Padi merupakan salah satu tanaman budidaya penting dalam peradaban, khususnya di Negara Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis secara resmi angka tetap produksi padi di Indonesia. Produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 21,46 ribu ton atau 0,07 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

Baca Juga : 3 Cara Efektif Kendalikan Hama Gudang Pakan Ternak

Melihat data dari BPS, dapat disimpulkan bahwa tanaman produksi padi makin tahunnya mengalami peningkatan. Namun, tahukah Anda, bahwa dibalik produksi yang meningkat, terdapat upaya dalam mengendalikan berbagai jenis gangguan yang dapat merusak atau menurunkan kualitas dari produksi tanaman padi.

Jenis – Jenis Hama Pada Tanaman Padi

Jika Anda ingin menjaga kualitas tanaman padi dan menjauhkan tanaman padi Anda dari berbagai hama perusak, maka sebaiknya kenali dulu macam – macam jenis hama perusak tanaman padi dan cara pencegahannya berikut ini.

  1. Tikus

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merusak tanaman padi pada semua tingkat pertumbuhan, sejak masa persemaian hingga tanaman memasuki masa pengisian bulir padi.

Secara aktif, tikus menyerang tanaman padi pada malam hari. Sementara itu, di siang hari, tikus bersembunyi di lubang tanggul irigasi, pematang sawah, semak-semak, atau gulma.

Baca Juga : 5 Cara Jitu Kendalikan Hama Tikus Pada Tanaman Jagung

Perkembangbiakan tikus sangat cepat sehingga kerusakan yang ditimbulkan akan sangat merugikan petani. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tikus sawah, di antaranya adalah:

  • Melepaskan ular (sebagai hewan pemangsa) atau burung hantu,
  • Mencampur oli dengan racun tikus yang kemudian cairan tersebut diletakkan di genangan air di sekitaran sawah untuk menjebaknya.
  1. Keong Mas

Keong mas (Pomacea canaliculata) memakan tanaman padi muda, keong mas juga dapat menghancurkan tanaman pada masa pertumbuhan awal.

Hama ini merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman, lalu memakannya sehingga bibit-bibit tanaman pun hilang.

Pengendalian keong mas dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu mengambil telur-telur dan keong mas itu sendiri di area persawahan.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah membuat parit kecil yang ukurannya dalam, kemudian diberi daun pisang atau daun papaya sebelum sawah dikeringkan.

Parit yang berisi air dan daun pisang diharapkan dapat membuat keong mas menempel pada daun sehingga mudah untuk diambil.

  1. Penggerek Batang

Penggerek batang adalah hama yang ulat/larvanya hidup di dalam batang padi. Keberadaan hama ini dapat dilihat dari daun tengah atau pucuk tanaman yang mati.

Pengendalian yang bisa dilakukan adalah menggunakan insektisida. Lalu, jangan gunakan pestisida yang berspektrum luas seperti methyl parathion.

  1. Hama Wereng

Hama wereng terdiri dari beberapa jenis, yaitu wereng coklat, wereng putih, dan wereng hijau. Wereng menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan yang ada di batang padi dan sekaligus mampu menularkan virus tungro yang berbahaya pada tanaman.

Serangan hama wereng dapat dikendalikan dengan cara memutus rantai perkembangbiakan wereng, yaitu dengan melakukan pergantian tanaman satu dengan tanaman lainnya.

Selain itu, petani harus memperhatikan jarak tanam antar padi, karena jarak tanam yang terlalu berdekatan akan menyebabkan populasi hama wereng meningkat.

  1. Burung

Hama burung sering ditemui di ladang persawahan, burung akan memakan langsung butir padi yang sudah menguning sehingga butir-butir padi akan berkurang hasilnya.

Tak jarang, burung juga mematahkan malai padi. Cara untuk mengendalikan hama burung yang kerap dilakukan oleh petani adalah dengan membuat orang-orangan sawah, atau membuat tali-tali panjang yang digantungi plastik untuk membuat suara yang dapat mengusir burung-burung tersebut.

Kenali 5 Macam Hama Perusak Padi dan Cara Pencegahannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
Mulai Chat
Butuh Bantuan Kak?
Hai Kak, ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan menghubungi kami yah. Cukup klik tombol "Mulai Chat" dibawah ini...