Kenali Kutu Kebul Pada Kedelai Dan Cara Pengendaliannya

Kenali Kutu Kebul Pada Kedelai Dan Cara Pengendaliannya

Hama Kutu kebul merupakan salah satu hama di daerah sentra produksi kedelai dan kacang hijau terutama di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Imago berukuran sangat kecil, panjangnya sekitar 1,0 mm, badannya kuning, sayapnya ditutupi lapisan tepung lilin yang berwarna putih. Telur bentuknya bulat memanjang atau jorong kerapkali seperti pisang, panjangnya 0,2-0,3 mm, mempunyai pedisel atau tangkai telur yang pendek. Telur yang baru diletakkan berwarna kuning pucat, kemudian berubah menjadi kuning coklat, dan pada umur 2 hari mulai tampak dua bintik merah kecoklatan yang merupakan bakan mata faset.

Imago biasanya hinggap pada daun-daun muda atas. Imago meletakkan telur pada daun muda, tangkai telur kemudian disisipkan dalam jaringan epidermis permukaan bawah daun. Imago lebih menyukai daun terserang virus untuk peletakan telurnya. Nimfa hidup dan berkembang di permukaan bawah daun. Nimfa terdiri atas tiga instar, instar-1 aktif bergerak, sedang instar-2 dan 3 menetap pada tempat mengisap makanan di daun selama perkembangannya. Nimfa kemudian menjadi pupa di tempat yang sama.

Baca juga : Atasi Masalah Hama Gudang Beras, Fumilikuid Jadi Alternatif Paling Efektif

Musuh alami Kutu kebul yang banyak ditemukan di lapangan ialah predator yaitu kumbang Coccinellidae (Menochillus sp. dan Scymnus sp.) dan tungau Amblyseius sp. Parasitoid yang telah diidentifikasi hanya Encarsia sp.

Dinamika populasi Kutu kebul dalam satu tahun sangat bergantung pada keadaan musim dan cuaca. Kelimpahan populasi Kutu kebul dan aktivitasnya lebih tinggi pada musim kemarau daripada musim hujan, karena didukung kelembaban yang rendah dan suhu tinggi. Hujan berpengaruh terhadap penekanan populasi Kutu kebul.

Imago Kutu kebul dapat memencar sampai ratusan meter dengan bantuan angin. Populasi kutu dijumpai sejak tanaman kedelai masih muda hingga menjelang panen. Puncak populasi terjadi pada fase setelah pembungaan, kemudian menurun. Pada tanaman yang terinfeksi virus mosaik kuning, Kutu kebul meletakkan telur dalam jumlah yang lebih banyak dan perkembangannya lebih cepat.

Gejala Serangan Hama Kutu kebul

Imago dan nimfa merusak sel dan jaringan daun dalam upayanya mengisap cairan tanaman dan jaringan floem. Kegiatan ini menimbulkan gejala berupa bercak nekrotik kecil sehingga relatif sukar dilihat. Pada keadaan populasi tinggi pertumbuhan tanaman akan terhambat. Ekskreta kutu kebul yang berbentuk embun madu yang melekat pada permukaan atas daun merangsang tubuhnya cendawan embun jelaga yang berwarna hitam, sehingga daun-daun itu semakin hitam.

Baca juga : Obat Untuk Atasi Hama Gudang Beras

Serangga hama itu bertindak sebagai vektor penyakit virus belang tersamar kacang tunggak (VBTKT). Kerap kali serangan virus tersebut lebih berbahaya dari pada seranggan langsung oleh serangganya. Tanda serangan virus itu berupa perubahan warna daun kedelai yaitu menjadi belang-belang kuning dengan batas yang kurang jelas.

Kerusakan langsung karena isapan cairan tanaman oleh kutu kebul hanya menimbulkan kerugian secara ekonomis apabila kepadatan populasinya sangat tinggi, tetapi populasi rendahpun dapat menimbulkan kerugian bila serangga tersebut menularkan virus. Serangan VBTKT pada awal pertumbuhan menyebabkan tanaman tampak kerdil dan bila terjadi serangan berat tidak menghasilkan polong.

Cara Pengendalian Hama Kutu kebul

Sumber serangan atau populasi awal, dan keadaan cuaca yang kering merupakan kondisi yang potensial untuk terjadinya peningkatan populasi. Sebelum tanaman kedelai hendaknya telah bersih dari pertanaman kacang-kacangan lain dan melakukan sanitasi tanaman inang lainnya. Waktu tanam pada musim kemarau jangan terlambat.  Tanam serempak pada hamparan yang cukup luas sangat dianjurkan. Didaerah endemis disarankan menggunakan varietas toleran yaitu kerinci dan No.29.

Apabila dijumpai gejala VBTKT maka nilai ambang pengendalian serangga kutu kebul sangat rendah. Apabila pada fase vegetatif diketahui terdapat kutu kebul dan dijumpai gejala VBTKT perlu dilakukan pengendalian dengan insektisida yang efektif tetapi apabila tidak terdapat virus maka tidak perlu dilakukan penyemprotan.

Untuk informasi seputar Obat Fumigasi untuk komoditas pangan maupun pakan ternak, Anda dapat menghubungi di kontak WhatsApp 085313200188.

Kenali Kutu Kebul Pada Kedelai Dan Cara Pengendaliannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
Mulai Chat
Butuh Bantuan Kak?
Hai Kak, ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan menghubungi kami yah. Cukup klik tombol "Mulai Chat" dibawah ini...