Menghilangkan Kutu Beras, Ketahui Jenis Dan Penyebabnya

Menghilangkan Kutu Beras

Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia sehari-hari. Untuk itulah, kualitasnya harus tetap dijaga agar terbebas dari hama gudang seperti kutu beras.

Kutu beras sendiri merupakan serangga yang relatif kecil, saking kecilnya bisa melalui cela – cela dinding gudang, kemudian menyerang beras pada penyimpanan.

Hama ini masuk dalam kategori atau ordo kumbang (Coleoptera) dan juga ngengat (Lepidoptera). Sifatnya sangat mengganggu dan merusak kualitas beras.

Untuk itulah, kita harus mengetahui lebih dalam tentang kutu beras. Baik itu ibu rumah tangga, sampai pada pengusaha beras, supaya kualitas pangan ini bisa bertahan baik.

Kutu beras Apakah Berbahaya?

Bahaya kutu beras terhadap manusia tidak secara langsung. Namun lebih kepada membawa kerugian terhadap manusia, akibat menyerang makanan pokok.

Beras tentu menjadi tempat tinggal ngengat jenis ini, yang mengakibatkan kerusakan pada bahan pangan. Seperti beras akan kehilangan nutrisi, terjadi perubahan rasa, beras jadi berbau, dan tekstur beras tentu juga dipengaruhi. cara mencegah kutu beras tentu saja harus dilakukan.

Kenapa bisa ada kutu di beras?

Kutu beras bisa muncul pada bahan pangan itu disebabkan kesalahan cara penyimpanan. Lama penyimpanan menjadi salah satu penyebab kualitas beras akan menurun.

Ketika kualitas menurun, beras perlahan akan berubah menjadi serbuk atau tepung beras. Dari situlah kemudian ketika suhu lembab berlangsung stabil, serbuk akan menghasilkan terlur kutu beras sehingga menteas lalu menjadi larva hingga kutu beras.

Apa saja jenis kutu beras?

Berdasarkan hasil penelitian Setyono dkk (2007), teridentifikasi 17 spesies serangga yang menyerang gudang penyimpanan beras. Dari banyak jenis itu, ada enam yang paling umum menyerang beras. Itu seperti :

1. Kutu beras Sitophilus Oryzae

Kutu beras Sitophilus Oryzae
Kutu beras Sitophilus Oryzae

Jenis ini merupakan yang paling umum menyerang beras di zona tropis. Tak hanya menyerang beras, Sitophilus Oryzae juga menyerang biji – bijian lain seperti kacang – kacangan dan juga jagung.

2. Kutu beras Rhizopertha Dominica

Disebut dengan hama bubuk beras, jenis ini banyak ditemukan pada penyimpanan gabah. Jenis kutu beras ini melubangi butiran beras dan kemudian menghasilkan bubuk pada beras.

3. Kutu beras Tribolium Castaneum

Kutu beras Tribolium Castaneum
Kutu beras Tribolium Castaneum

Jenis ini dikenal juga dengan nama lain kumbang tepung merah. Penyebarannya sangat luas di wilayah tropis. Hama ini merupakan hama primer setelah kemunculan hama sekunder.

4. Kutu beras Cryptolestes Ferrugineus

Jenis kutu beras ini cukup meresahkan. Itu karena kerusakannya beras menjadi pecah, rusak, dan bahkan sampai berjamur.

5. Kutu beras Tenebroides Mauritanicus

Kutu beras Tenebroides Mauritanicus
Kutu beras Tenebroides Mauritanicus

Jenis kutu beras ini merupakan salah satu yang terbesar di spesiesnya. Ukurannya bisa mencapai 10 mm dan berdampak buruk pada beras.

6. Kutu atau ngengat beras Corcyra Cephalonica

Jenis ini menyebar luas di wilayah Asia Tenggara juga Asia Selatan. Sifat kerusakan diakibatkan kutu beras ini dengan melekat pada butir-butir beras hingga beras bergumpal. Jenis ini merupakan salah satu hama primer pada gudang beras.

Berapa lama kutu beras bertahan hidup?

Kutu beras umumnya dapat hidup di beras dalam waktu yang cukup lama. Di situ, mereka juga berkembang biak dengan bertelur yang mengakibatkan kualitas beras rusak.

Kutu beras mampu hidup tanpa makanan selama 36 hari. Juga bertelur hingga menghasilkan 300 sampai 400 butir dalam siklus hidupknya.

30 – 45 hari menjadi siklus hidup umum kutu beras dengan suhu rata – rata 29 derajat celcius, dengan kadar air beras atau biji – bijian di bawah 14 persen, serta kelembapan ruangan 70 persen.

Apa yang ditakuti kutu beras?

Kutu beras tentu memiliki hal yang ditakuti agar tidak muncul pada gudang penampungan beras. Untuk jenis rempah ada beberapa, seperti daun salam, cengkih, cuka, bawang putih, jahe, dan kayu manis.

Meski demikian, perlu perlakuan khusus untuk menangani kehadiran kutu beras, serta juga untuk menghilangkan kutu beras yang terlanjur sudah ada.

Adakah obat kutu beras?

Tentu ada. Obat kutu beras ada dua jenis, yang berbentuk tablet dan ada yang berbentuk cair mirip dengan gas LPG.

Dari penulusuran yang ada, yang paling mujarab dalam menghilangkan kutu beras untuk jenis tablet yakni Fumiphos. Obat kutu beras ini sudah melalui uji efikasi resmi dari Biotrop Bogor.

Juga telah dibuktikan kemampuannya PTPN X jika Fumiphos terbukti 100 persen efektif membasmi hama kutu gudang pangan. Bukan hanya itu, Bulog juga telah menggunakan obat jenis ini untuk mengamankan pangan dari kutu beras. Serta telah resmi terdaftar di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Fumiphos dalam membunuh kutu beras memiliki durasi hingga 5 – 7 hari.

Jenis kedua yang berbentuk cair yakni Fumilikuid. Ini merupakan obat kutu beras yang dapat menghilangkan hama gudang dengan sangat cepat yakni 2 x 24 jam.

Obat kutu beras ini merupakan fumigan terobosan baru yang berbahan aktif 2 persen fosfin (PH3) dan 98 persen karbondioksida (CO2).

Kontak Panca Prima WIjaya

Untuk detail tentang dua jenis obat kutu beras ini baiknya menghubungi PT Panca Prima Wijaya baik melalui kontak WhatsApp di nomor 085-3132-001-88 atau email panca.prima.wijaya@gmail.com.

Menghilangkan Kutu Beras, Ketahui Jenis Dan Penyebabnya
produk panca prima wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas
Mulai Chat
Butuh Bantuan Kak?
Hai Kak, ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan menghubungi kami yah. Cukup klik tombol "Mulai Chat" dibawah ini...